dibaca: 45
Punya mimpi jalan-jalan tapi tiap buka rekening isinya bikin mikir ulang? Tenang, kamu nggak sendirian. Hampir semua backpacker pernah ada di fase ini: scroll tiket murah tengah malam, buka tabungan, lalu nutup lagi sambil bilang, “nanti aja deh.” Padahal, yang sering bikin traveling tertunda itu bukan karena gaji kecil, tapi karena cara ngumpulin budget-nya kurang tepat.
Aku pernah ada di posisi itu. Pengen ke luar kota, itinerary udah kebayang, tapi duitnya belum kelihatan bentuknya. Dari situ baru sadar: ngumpulin uang traveling itu butuh strategi, bukan cuma niat. Dan kabar baiknya, strateginya bisa santai, nggak perlu ekstrem.
Daftar isi:
Kenapa Budget Traveling Selalu Terasa Berat di Awal
Masalahnya sering bukan di total biaya, tapi di cara kita melihat angka. Budget traveling biasanya kelihatan besar karena dilihat sekaligus. Misalnya, “butuh 3 juta.” Kedengarannya berat. Tapi kalau dipecah jadi 100 ribu per hari selama sebulan? Lebih masuk akal, kan?
Banyak backpacker gagal berangkat karena nunggu “uangnya lengkap dulu”. Padahal, yang bikin uang itu terkumpul justru proses kecil tapi konsisten.
Ubah Cara Pandang dari ‘Nabung’ ke ‘Ngumpulin’
Nabung sering terasa berat karena identik dengan nahan diri. Ngumpulin terasa lebih aktif dan fun. Kamu nggak cuma nyimpen uang, tapi lagi bangun pengalaman.
Mulai dari sini dulu:
- Tentuin tujuan traveling yang spesifik
- Tentuin perkiraan tanggal berangkat
- Tentuin angka realistis, bukan versi ideal
Begitu jelas, otak kamu otomatis lebih serius nyari cara buat nyampe ke sana.
Cara Cepat Ngumpulin Uang Traveling ala Backpacker
1. Pecah Budget Jadi Target Kecil
Jangan simpan target “3 juta”. Pecah jadi:
- 100 ribu per hari
- 500 ribu per minggu
- 1 juta per bulan
Target kecil bikin kamu ngerasa “eh, ternyata bisa ya.”
2. Bikin Rekening atau Dompet Khusus Traveling
Ini penting banget. Jangan campur sama uang harian. Begitu uang traveling masuk rekening khusus, rasanya sayang buat dipakai. Efek psikologisnya lumayan kuat.
Kalau nggak mau ribet, pakai e-wallet terpisah juga bisa.
3. Manfaatin Uang ‘Nggak Kerasa’
Ini trik favorit backpacker:
- Kembalian belanja
- Cashback
- Bonus kecil
- Uang jajan sisa
Kelihatannya receh, tapi sebulan bisa terkumpul lumayan. Aku pernah ngumpulin hampir 600 ribu cuma dari uang kayak gini.
4. Pangkas Pengeluaran yang Nggak Kamu Nikmati
Bukan soal hidup pelit, tapi jujur sama diri sendiri. Kalau kamu sebenarnya nggak menikmati kopi 30 ribu tiap hari, itu bisa jadi tiket kereta.
Pilih satu:
- Ngopi seminggu sekali
- Nongkrong tapi lebih jarang
- Masak sederhana beberapa hari
Yang penting, pengorbanannya terasa masuk akal.
Strategi Nambah Budget Traveling Tanpa Ganti Gaya Hidup
1. Cari Side Income Jangka Pendek
Nggak harus kerja berat. Cukup yang fleksibel:
- Jual barang nggak kepakai
- Freelance kecil-kecilan
- Jual makanan ringan
- Bantu event akhir pekan
Targetkan side income ini khusus buat traveling, bukan buat nutup pengeluaran lain.
2. Tukar Skill dengan Uang
Punya skill desain, nulis, edit video, atau bahkan motret? Satu project kecil bisa jadi biaya penginapan satu malam. Ini sering diremehin, padahal efektif banget.
3. Jual Pengalaman, Bukan Barang
Ini insight yang jarang dibahas. Banyak backpacker rela nunda beli barang baru demi pengalaman jalan-jalan. Barang turun nilai, pengalaman naik cerita.
Bikin Progres Terlihat Supaya Nggak Kendor
Coba catat progres budget-mu:
- Tempel sticky note
- Pakai spreadsheet sederhana
- Screenshot saldo tiap minggu
Kelihatannya sepele, tapi melihat angka naik itu bikin nagih. Kamu jadi lebih semangat nambahin sedikit lagi.
Kesalahan Umum yang Bikin Budget Nggak Pernah Jadi
Pertama, terlalu ambisius di awal. Target besar bikin cepat capek. Kedua, nggak punya deadline. Tanpa tanggal berangkat, nabung jadi nggak serius. Ketiga, nyampur uang traveling dengan uang harian—ini paling sering kejadian.
Kalau salah satu dari ini kamu lakuin, wajar banget kalau traveling cuma jadi wacana.
Ngumpulin budget traveling buat backpacker itu bukan soal siapa yang paling banyak uang, tapi siapa yang paling konsisten. Dengan target kecil, rekening terpisah, dan sedikit penyesuaian gaya hidup, perjalanan yang kelihatannya jauh bisa jadi nyata.
Traveling nggak harus nunggu mapan. Kadang, justru perjalanan itulah yang bikin hidup terasa lebih hidup. Mulai aja dulu. Seratus ribu hari ini bisa jadi langkah pertama ke cerita yang nggak kamu dapetin dari rumah.


